Asli Atau Palsu
“ Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan
ikatlah berkas-berkas untuk dibakar, kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam
lumbungku.” (Matius 13 : 30)
Pernah terkecoh memilih barang? Dikira
asli, ternyata palsu? Banyak orang mengalaminya. Bagaimana tahu yang asli atau
yang palsu kalau bukan ahli atau belum pernah mengetahui hal sejenisnya?
Agaknya, soal asli dan palsu bukan melulu soal barang. Bisa juga soal iman.
Di ladang Allah, iblis bekerja
mengganggu karya-Nya. Benih gandum yang baik diganggu benih lalang. Bagaimana
cara mengatasi bila keduanya tumbuh begitu mirip dan begitu dekat? Dicabuti
sajakah? Ternyata jangan. Nanti benih yang baik dapat turut tercabut. Bagi sang
tuan, jalan keluarnya adalah membiarkannya hingga tiba musim menuai. Di saat
itulah lalang-lalang dengan mudah dapat dipisahkan dari gandum. Nasib mereka
pun berlainan; lalang dibakar dan gandum dibawah ke lumbung. Paatutlah
diperhatikan gandum itu mirip lalang. Sulit dibedakan. Tapi pada masa akhir
mudah memilahnya, mudah mengetahui perbedaannya.
Lalu, siapakah kita? Siapakah teman
sepelayanan kita? Lalang atau gandum? Pada awalnya sulit dibedakan, maka jangan
sembrono menanganinya. Jangan sembarangan mencaputi lalang, nanti gandumnya
ikut terambil. Diperlukan waktu untuk menjadi matang dan bila saat panen tiba
mudahlah kita menerka.
Alih-alih sembrono, kiita perlu kritis,
peka dan waspada. Allah yang adil dan mahatahu itu sedang bekerja dan tetap
bekerja. Masa pembuktian akan tiba. Pada saat itu, semua topeng akan terbuka. Akan
jelas siapa benih dari sang tuan dan siapa benih musuh yang disusupkan di
ladang. Marilah kita berjaga-jaga dalam iman.
WASPADAILAH DIRIMU SENDIRI!



Komentar
Posting Komentar